Wednesday, November 4, 2009

POWER OF MONEY

From E-mail.

Friends, make sure you read this story until the end.
By Adam Khoo - Singapore's youngest millionaire at 26 yrs.

I travel around the region pretty frequently, having to visit and conduct seminars at my offices in Malaysia, Indonesia, Thailand and Suzhou (China).
I am in the airport almost every other week so I get to bump into many people who have attended my seminars or have read my books. Recently, someone came up to me on a plane to KL and looked rather shocked. He asked, 'How come a millionaire like you is traveling economy?' My reply was, 'That's why I am a millionaire. ' He still looked pretty confused.
This again confirms that greatest lie ever told about wealth (which I wrote about in my latest book 'Secrets of Self-Made Millionaires'). Many people have been brainwashed to think that millionaires have to wear Gucci, Hugo Boss, Rolex, and sit on first class in air travel. This is why so many people never become rich because the moment that earn more money, they think that it is only natural that they spend
more, putting them back to square one.
The truth is that most self-made millionaires are frugal and only spend on what is necessary and of value. That is why they are able to accumulate and multiply their wealth so much faster.
Over the last 7 years, I have saved about 80% of my income while today I save only about 60% (because I have my wife and 2 kids, mother in law, 2 maids etc. to Support). Still, it is way above most people who save 10% of their income (if! they are lucky).
I refuse to buy a first class ticket or to buy a $300 shirt because I
think that it is a complete waste of money.
When I joined the YEO (Young Entrepreneur's Orgn)a few years back (YEO
is an exclusive club open to those who are under 40 and make over $1m
a year in their own business) I discovered that those who were self-made thought like me. Many of them with net worth well over $5m, travelled economy class and some even drove Toyota's and Nissans,not Audis, Mercs, BMWs.
I noticed that it was only those who never had to work hard to build their own wealth (there were also a few ministers' and tycoons' sons in the club) who spent like there was no tomorrow. Somehow, when you did not have to build everything from scratch, you do not really value money. This is precisely the reason why a family's wealth (no matter how much) rarely lasts past the third generation.
Thank God my rich dad foresaw this terrible possibility and refused to give me a cent to start my business.
Then some people ask me, 'What is the point in making so much money if
you don't enjoy it?' The thing is that I don't really find happiness in buying branded
clothes, jewellery or sitting first class. Even if buying something makes me happy it is only for a while, it does not last.

Material happiness never lasts, it just give you a quick fix. After a while you feel lousy again and have to buy the next thing which you think will make you happy. I always think that if you need material things to make you happy, then you live a pretty sad and unfulfilled life..

Instead, what makes me happy is when I see my children laughing and playing and learning ! so fast. What makes me happy is when I see my companies and trainers reaching more and more people every year in so many more countries.

What makes me really happy is when I read all the emails about how my books and seminars have touched and inspired someone's life.

What makes me really happy is reading all your wonderful posts about how this blog is inspiring you. This happiness makes me feel really good for a long time, much much more than what a Rolex would do for me.
I think the point I want to put across is that happiness must come from doing your life's work (be it teaching, building homes, designing, trading, winning tournaments etc.) and the money that comes is only a by-product.
If you hate what you are doing and rely on the money you earn to make you happy by buying stuff, then I think that you are living a life of meaninglessness.

Friday, October 16, 2009

RENUNGAN DI AKHIR ZAMAN NANTI...

Salim r.a mendengar Abu Hurairah mengatakan bahawa Nabi s.a.w bersabda:
”Nanti akan dilenyapkan ilmu pengetahuan, akan bermaharajalela perzinaan dan kejahatan serta banyak haraj.” Seseorang bertanya:”Apakah haraj itu, ya Rasulullah?”
Jawab baginda:”Begini!” (Nabi memberi isyarat dengan tangan baginda, seolah-olah menggambarkan terjadinya suatu pembunuhan.”
Hadis Riwayat Al-Bukhari

Sumber : Jabatan Kemajuan Islam Malaysia

Friday, September 18, 2009

SELAMAT HARI RAYA AIDILFITRI.

Saya mengambil kesempatan ini untuk mengucapkan Selamat Hari Raya Aidilfitri kepada rakan rakan dan sahabat tak kira dimana sahaja.
Khususnya rakan sekerja di CTRM Melaka, rakan rakan di SWM Environment, rakan rakan JIM Melaka, tak lupa rakan rakan dan client MAA Takaful serta ZB Berjaya Consultancy.
Moga Allah menerima amalan kita sepanjang ramadan ini dan mudahkan urusan kita di Aidilfitri yang bakal menjelang.
Mohon kemaafan atas segala kesalahan Zahir dan Batin.
Salam Aidilfitri
dari Fauzi, Azie, Aisya & Najmi.

Friday, August 21, 2009

RAMADAN KAREEM..

Selamat berpuasa ke semua Muslimin dan Muslimat. Esok 22 Ogos 2009 / 1 Ramadan bermulalah bulan yang penuh dengan rahmat dan kemuliaan. Anggaplah Ramadan kali ini sebagai yang terakhir, bagi kita meningkatkan amal semaksima mungkin.
Moga Ramadan kali ini amal kita akan lebih 'Menyerlah Jauh Dari Yang Biasa...'

Wednesday, August 19, 2009

Nasihat Untuk Pendakwah.

~untuk peringatan kepada diri sendiri~
Hadith :
Dari Usamah bin Zaid r.a bahawa ia pernah mendengar Nabi SAW bersabda: “Pada hari kiamat kelak seseorang itu akan dicampakkan ke dalam neraka, maka keluarlah ususnya dan dia berputar-putar seperti seekor keldai mengelilingi batu kisaran. Para penghuni neraka lainnya pun menghampirinya dan bertanya:”Wahai saudara, mengapa ini semua terjadi? Bukankah saudara adalah orang yang pernah menyuruh kepada-perkara makruf (kebaikan) dan mencegah perkara-perkara yang mungkar (kejahatan)?”
Maka ia menjawab:”Benar, akulah yang pernah menyuruh kamu berbuat makruf dan melarang kamu berbuat kemungkaran, tetapi aku sendiri yang melanggarnya.” (Bukhari & Muslim)
Huraian:
1. Dalam usaha membina individu dan mendidik masyarakat, Islam amat mementingkan ketinggian akhlak seperti benar dalam percakapan dan tindakan, penuh rasa tanggungjawab (amanah), menepati janji, toleransi, pemaaf, penyantun dan sebagainya.
2. Seorang pendakwah itu hendaklah mendahulukan contoh perbuatannya daripada ucapannya kerana dakwah melalui perangai atau akhlak yang baik (qudwah hasanah) merupakan media yang paling efektif kepada masyarakat yang akan menjadikannya sebagai contoh (idola) untuk diikuti.
3. Sesungguhnya orang yang pernah menyuruh orang lain berbuat baik sementara dirinya sendiri melanggarnya adalah orang yang bakal menempuh siksaan yang amat berat di hari akhirat kelak. Keadaanya samalah seperti ‘ketam yang mengajar anaknya berjalan lurus ‘. Oleh itu hiasilah diri dengan akhlak yang terpuji, penampilan yang baik, etika pergaulan yang bersopan dan sifat-sifat mulia yang lain supaya tidak tergolong di kalangan orang-orang yang ‘cakap tak serupa bikin’!.
Sumber : Jabatan Kemajuan Islam Malaysia

Tuesday, August 18, 2009

H1N1 kini dilindungi oleh MAA Takaful SMartmedic 100.

Berita baik untuk semua...
Kad Perubatan MAA Takaful kini melindungi penyakit berkaitan H1N1. Dalam mengambil langkah berhati-hati untuk mengelakkannya, kita juga perlu bersedia dengan persediaan kewangan. Mana la tau kan.. Tak kan nak kasi semua duit kat doktor..
Posting sebelum ini berkaitan dengan Kad Perubatan yang hebat ini juga berkaitan. Hubungi saya di talian 017-6668905 atau letakkan nama dan no telefon di ruangan komen untuk dihubungi.